Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Free Website Hosting

Wednesday, May 5, 2010

Mantra Hindu

Sembah Śiwa Amrta :
OM Hrāng Hrīng sah paramaśiwa-amrta ya namah.


Aturi Kang Toya Puspa, Gandhāksata, Wījā :
OM Puspa dantā ya namah. (sekar)
OM Sri Gandheśwarya ya namah. (miyik-miyikan)
OM Kung Kumāra Wījā ya namah (Bija/Beras)
OM Ang Dhūpa dīpa-astrā ya namah (Dupa)

Ngarga Tirta :
OM Gangga Dewi Maha punyam, Gangga salanca medini, Gangga tarangga samyuktam, Gangga dewi namu namah.
OM Śri Gangga Mahadewi, Anuksma-amrta jiwani, Ongkara aksara jiwatam, Tadda-amrta manoharam.
OM Utpeti ka suram ca, Utpeti ka tawa goras ca, Utpeti sarwa hitan ca, Utpeti Śrī wahinam ya namah swāhā.
( Raris uder kang toya ping tiga, saha uleng ning kahyun )
Mantra :
OM Bhūr Bhuwah Swah swāhā Mahāganggayai tīrtha pawitrani ya namah swāhā.
( Raris masirat ring angga ping tiga )
Mantra :
OM Ang Brahmā-amrtā ya namah
OM Ung wisnu- amrtā ya namah
OM Mang Īśwara-amrtā ya namah

Ngaksama
Om Ksama swa mām mahādewa, Sarwa prāni hitāng karah
Māmmoca sarwa pāpebhah, Pālayaswa sadāsiwa

Om Papoham papo karmaham, Papa-atma papa sambhah wah
Trahimam pundari kaksah, Sabahya bhyantara suci.

Om Ksantawya kayiko dosah, Ksantawya waciko mama
Ksantawya manaso dosah, Tat pramadat ksama swamam.

Nunas Waranugraha
Om Anugraha manoharam, Dewa data nugrahakam
Arcanam sarwa pujanam, Namah sarwa-nugrahakam.

Om Dewa-Dewi maha siddhyam, Yadnyanta nirmala-atmakam
Laksmi siddisca dirghayu, Nirwighna sukha wreddhisca.

Om Anugraha ya namah swaha

Sunday, April 4, 2010

Melukat

Upacara "melukat" adalah salah satu jenis upacara membersihkan diri. Melukat dipercayai dapat membersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual.
Melukat umumnya dilakukan dengan beberapa sesajen, seperti : prascita dan bayuan. Pelukatan bisa dilakukan di : griya, pantai, tempat pemujaan di rumah. Pertama-tama sang pemangku (pemimpin upacara) mengucapkan mantra-mantra di depan sesajen, trus, yang akan dilukat (dibersihkan) diberi beberapa mantra dan disiram dengan air kelapa gading. Setelah mandi air kelapa gading, kemudian, alangkah baiknya juga yang bersangkutan melakukan ritual mandi air laut. Air laut dipercayai dapat membersihkan jiwa dan pikiran dari hal-hal negatif.
Melukat ini penting untuk mengembalikan unsur-unsur negatif dari tubuh dan pikiran manusia. Dengan melukat, pemeluk agama Hindu di Bali mengharapkan seseorang itu pikirannya kembali bersih dan berisikan hal-hal yang positif untuk melanjutkan hidupnya.

Sunday, March 14, 2010

Selamat Hari Raya Nyepi


Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka
Weda Sruti merupakan sumber dari segala sumber ajaran Hindu. Weda Sruti berasal dari Hyang Maha Suci/Tuhan Yang Maha Esa (divine origin). Mantra Weda Sruti tidak dapat dipelajari oleh sembarang orang. Karena mantra-mantranya ada yang bersifat pratyaksa (yang membahas obyek yang dapat diindra langsung oleh manusia), ada yang bersifat adhyatmika, membahas aspek kejiwaan yang suci (atma) dan ada yang bersifat paroksa, yaitu yang membahas aspek yang tidak dapat diketahui setelah disabdakan maknanya oleh Tuhan. Tingkatan isi Weda yang demikian itu menyebabkan maharsi Hindu yang telah samyajnanam membuat buku-buku untuk menyebarkan isi Weda Sruti agar mudah dicerna dan dipahami oleh setiap orang yang hendak mempelajarinya. Kitab yang merupakan penjabaran Weda Sruti ini adalah Upaveda, Vedangga, Itihasa dan Purana. Semua kitab ini tergolong tafsir (human origin).

Friday, March 5, 2010

Ogoh-Ogoh Menjelang Nyepi Di Bali

 

Menjelang Hari Suci Penyepian, peristiwa dan prosesinya nyaris mirip dari tahun ke tahun, yaitu tiap banjar (pemangkuan adat setingkat kelurahan) di Bali berlomba-lomba membuat "ogoh-ogoh" sebaik dan semenarik mungkin. Kalau bisa lebih berseni, rumit, dan lebih mutakhir, maka "ogoh-ogoh" itu diharapkan bisa menaikkan martabat banjar yang membuatnya.
Layaknya perayaan agama yang bersisian dengan keriaan penganutnya, maka umat Hindhu Dharma juga bersuka-ria menyambut kehadiran tahun baru itu dibarengi dengan perenungan tentang yang telah terjadi dan dilakukan selama ini
Dalam kepercayaan Hindu Dharma, "ogoh-ogoh" adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala itu, yang merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Meriahkan Nyepi dengan Pawai Ogoh-Ogoh dengan tetap menjaga Bali tetap AJEG.dan semua kawan....
Aman dan Tentram

Fenomena Alam Di Bali

Fenomena awan bertedung di puncak Gunung Agung (Bali) menjelang acara Panca Bali Krama 2009

Klik to Info :