Monday, May 31, 2010

Jaman Kali Yuga/Jaman Edan

Kali Yuga.
Kali Yuga iku saktin artha ne mamurti kasaratang kautamayang,
naut kayun buduh paling tan ngetangang nyama-braya,
ngitungang raga padidi.
(Jaman Kali Yuga kekuatan harta yang berkuasa,dikejar dan diutamakan,
menguasai keinginan,membuat ke gila-gilaan,tidak menghiraukan saudara
ataupun warga,mementingkan diri sendiri )

Kali Yuga.
Nanging sang ajeg ring kayun,tan obah sajeroning margi,
uning ngiket bayun indriya,ngesorang saktine artha,nuluh margi utama,
Dharmane pinaka kanti.
( Namun mereka yang teguh pada iman,takkan berubah dalam prilaku,
dapat menahan kekuatan nafsu indriyanya,menaklukkan kekuatan artha,
tetap berada pada jalan utama,Dharmalah sebagai pelindungnya.)

Jamam Edan.
Amenangi jaman edan,ewuh aya ing pambudi,milu edan nora tahan,yan tan
milu anglakoni,boyo kaaduman melik,kaliran wekasan ipun,iku karsa Hyang Titah
begja begjane kang lali luwih begja,kang eling lawan waspada,
(Kehidupan dijaman edan amat menyusahkan,bila mengikuti,tidak tahan,
jika tidaktidak kebagian,akhirnya menjadi kelaparan itulah
kehendak Beliau,namun,sebahagia-bahagianya orang lupa,
masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.)

Jaman Edan.
Sakadara linakonan,Muung tumindak mara ati,angger tan dadi prakara,
Karana wirayat muni,ichiyar iku yekti,pamilihing reh rahayu,
sinambi budi-daya,kanti awas lawan eling,kang kaesthi antuka parmaning suksma.
(Apapun yang dilaksanakan membuat kesenangan hati,agar tidak menimbulkan
persoalan-perkara,inilah petuah dari dahulu,manusia mesti bericktiyar
,memilih jalan rahayu,serta budi pekerti baik,selalu sadar dan eling untuk mendapatkan
Tuhan.)

Serat Kalatida.
Ujaring Panitisastra,Awewarah asung peling,ing jaman keneng musibah,
Wong ambeg jadmika kontit,mengkono yen niteni,Pedah apa amituha,pawarta lolawara,
mundak agreranta ati,Angurbaya angiket carita kuna.
(Menurut Nitisastra,sudah memberikan tanda,Dijaman penuh musibah ini,
Orang yang berbudi disingkirkan,Begitulah bila direnungkan,
apalah gunanya menyakini kabar angin itu,yang hanya merepotkan
menyusahkan hati,Sebaiknya,berkaryalah dengan selalu ingat pada sejarah-budaya)

Sadba Tama.
Rasaning tyas kayunyung,Angayomi lukitaning kalbu,Gambirwana kalawan
hening ing hati,Kabakta kudu pitutur,sumingkiring reh tyas mirong.
(Tumbuhkanlah suatu keinginan,mengayomi hati sanubari,dengan ketenangan
dan keheningan hati,Guna memberikan petuah,agar dapat menyingkirkan
sesuatu yang salah )

Serat Kalitida.
Den samya amituhu,ing sajeroing jaman kala Bendu,
Yogya samyanyenyuda hardaning hati,kang anuntun mring pakewuh,
uwohing panggawe awon.
(Diharapkan semuanya untuk maklum dan sadar,diwaktu jaman kala Bendu
sebaiknya mengekang nafsu pribadi,yang dapat menimbulkan kesusahan,
akhirnya berakibat buruk.)

Serat Kalatida.
Ngajapa tyas rahayu,ngayomana sesameng tumuwuh,
wahanane ngendhakke angkara klindhih,ngendhangken pakerti dudu,
dinulu luwar tibeng doh.
(Sebaiknya senantiasa berbuat kebajikan,memberikan perlindungan pada semua yang hidup,
sebagai sikap prilaku melenyapkan angkara,melenyapkan perbuatan jahat,
sifat itulah dibuang jauh.)

Tanah Lapang tanpa rumput.
Apabila lapangan tanpa rumput,binatang dan ayam tidak akan menghampiri,
bila sungai tanpa air,ikan dan burung pasti akan pergi jauh,
Satria mengandalkan marah,ditinggal istrinya,Raja yang angkara murka,
akan  ditinggalkan oleh rakyatnya.Penyebabnya,karena tidak sesuai dengan kewajibannya.

1 comment:

nak bali said...

swastiastu, blog yg bagus......

MotorCities.com > Automotive News

Klik to Info :

There was an error in this gadget